4 Cara Agar Pernikahan Harmonis dan Langgeng

Pernikahan selalu diwarnai oleh masalah yang datang silih berganti. Mendapatkan pernikahan yang harmonis dan langgeng adalah impian banyak orang.

Disadari atau tidak, dalam setiap hubungan akan selalu diuji dengan permasalahan yang beragam. Kadang, datangnya secara mendadak dan tak terduga. Masalah yang muncul dapat menimbulkan tekanan batin, cemas, dan trauma.

Banyak kita jumpai curahan hati di media sosial tentang keretakan rumah tangga yang dialami oleh seseorang. Banyak faktor yang menjadi alasan di balik renggangnya sebuah hubungan. Akan tetapi, tidak semua orang mampu memahami sumber masalah dan cara menyelesaikan masalah tersebut.

Jika kita mau mengingat kembali bagaimana proses menuju pernikahan, tentu mengambil keputusan untuk bercerai tampak berat dan menyedihkan. Tak terbayangkan pernikahan yang dibangun penuh cinta pada akhirnya harus kandas di tengah jalan. Apabila hati kalut dan pikiran carut marut karena masalah yang berlarut-larut, maka mengingat kembali proses menuju pernikahan dapat menjadi pertimbangan untuk tidak buru-buru mengambil keputusan.

Menikah memang memerlukan proses yang tak sebentar. Ada biaya pernikahan yang harus dikumpulkan, syarat pernikahan yang harus dipenuhi, dan hantaran pernikahan yang diperjuangkan sebaik mungkin serta resepsi pernikahan yang digelar begitu meriah dan penuh haru. Sejatinya, menikah bukanlah puncak dari sebuah hubungan. Namun, pernikahan adalah awal mula hubungan itu dijalani.

Perjalanan pernikahan ditempuh dengan cara yang berbeda-beda. Setiap orang punya cara sendiri dalam membangun rumah tangganya. Tentu, tak bijak membanding-bandingkan jalannya rumah tangga seseorang dengan yang lainnya.

Lalu bagaimana cara membangun pernikahan yang harmonis dan langgeng agar tak terjebak dalam jurang perceraian?

Pahami Tiga Fase dalam Pernikahan yang Akan Kamu Lalui
Seringkali informasi yang salah mengenai gambaran pernikahan dapat menyebabkan salah paham dalam memaknai sebuah pernikahan. Tak jarang informasi yang beredar di internet tentang pernikahan menunjukkan makna yang tak utuh. Pernikahan bukan hanya soal romantisme dan hubungan seksual saja. Tapi lebih dari itu. Menikah berarti siap menjalani hidup bersama untuk mencapai dan memenuhi tujuan bersama. 

Agar dapat menjalani pernikahan dengan baik. Kita perlu memahami tiga fase yang akan kita lalui dalam pernikahan. Pertama, fase yang akan kita lewati dalam pernikahan adalah fase manis yang romantis. Di tahap awal pernikahan biasanya dipenuhi dengan perasaan cinta yang menggebu-gebu dan perlakuan romantis yang menyenangkan. Fase ini akan memunculkan harapan atau ekspektasi kita terhadap pasangan. Harapan itu akan tumbuh subur di fase pertama. Kita jadi ingin diperlakukan seperti ini dan itu. Kita berharap pasangan akan melakukan hal-hal yang kita inginkan.

Kedua, kita akan menjalani fase konflik dimana kita akan menemukan ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Akan ada harapan yang tidak terpenuhi. Akan ada keinginan yang tidak bisa diwujudkan oleh pasangan. Biasanya di fase ini memunculkan ketegangan yang luar biasa. Jika dibiarkan berlarut-larut maka dapat memicu pertengkaran yang lebih lama dan pelik. Gesekan, perbedaan pendapat, dan saling menuntut akan terjadi di fase ini.

Ketiga, kita akan menjalani fase penyelesaian konflik. Ada dua kemungkinan yang terjadi yakni berkompromi atau tidak. Jika berkompromi maka kita memilih menerima bahwa memang ada beberapa kekurangan dari pasangan yang menyebabkan tidak terpenuhinya harapan. Kompromi berarti bersedia menyesuaikan diri, beradaptasi, dan memahami ketidaksempurnaan pasangan. Namun, jika enggan berkompromi berarti kita menyerah dengan keadaan. Kita mengambil langkah lain yang tidak mentolerir sikap dan tindakan pasangan. Ya, perpisahan menjadi keputusan akhir yang diambil. Inilah fase ketiga yang akan memberi kita dua pilihan yaitu lanjut atau bertahan. 

Tiga fase ini akan terus ada sepanjang pernikahan yang kita lalui. Ada masa romantis, konflik, dan penyelesaian. Semua ada di tangan kalian berdua, mau menjalani tiga fase ini dengan cara seperti apa.

Kenali Dirimu Sendiri dan Pasanganmu
Mengapa penting mengenali diri sendiri dan pasangan? Pernikahan itu kan hidup bersama dalam jangka panjang. Perjalanan pernikahan tak lepas dari komunikasi dan pemenuhan kebutuhan bersama.

Apabila kita bisa mengenali diri sendiri dan mengenali pasangan tentu kita bisa membedakan mana hal yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan. Kita bisa mengenali ketidaknyamanan di antara hubungan yang sedang dibangun. Mengenali diri dan mengenal pasangan berarti mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Kita menjadi tahu caranya menempatkan diri sebagai pasangan, menantu, adik/kakak, dan lainnya.

Mempersiapkan Diri dengan Pengetahuan tentang Pernikahan
Pernikahan tak hanya butuh modal cinta. Perasaan saling mencintai adalah pondasi utama, tapi bukan satu-satunya. Menjalani pernikahan itu butuh ilmu. Selain berkaca pada pengalaman pernikahan orang tua, kita bisa mendapatkan ilmu pernikahan melalui kelas pra-nikah, membaca buku, dan konseling pra-nikah. Pengetahuan pernikahan dapat membentengi kita agar menjalani pernikahan dengan hati-hati dan tepat.

Pahami Bagaimana Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga
Konflik dalam rumah tangga dapat kita atasi jika kita memahami sumber masalahnya. Apabila setiap masalah selalu berakhir dengan solusi cerai, maka kehidupan pernikahan akan berlangsung kurang harmonis. Perpisahan adalah jalan terakhir dan bukan solusi utama. Jika memang masih bisa dipertahankan, mengapa harus ada opsi bercerai?

Hindari opsi bercerai dalam menghadapi konflik pernikahan. Dahulukan musyawarah dan cara-cara yang lembut. Jika tak mampu mengendalikan emosi, jangan ambil keputusan ketika sedang marah. Tidak apa-apa mengambil jeda untuk diam dan introspeksi diri. Ketenangan dapat melahirkan kejernihan dalam berpikir sehingga keputusan yang diambil dilakukan dengan baik dan bijaksana.

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Begitu pun pasanganmu. Pernikahan adalah jalan untuk saling melengkapi bukan jalan untuk saling menghakimi dan menuntut kesempurnaan. Jalani pernikahan dengan cinta, ilmu, dan adab maka akan kamu temukan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng.

Terakhir, saat ada masalah atau unek-unek dengan pasanganmu kuncinya adalah satu yaitu komunikasi. Bicarakan pada pasangan tentang ketidaknyamanan yang kamu alami. Jangan update di media sosial apalagi menyindir pasanganmu secara terbuka. Itu hanya akan memperkeruh keadaan.




Comments

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0