Saat Capek Kuliah Kamu Butuh Jeda Bukan Butuh Nikah

Lelah banget kuliah banyak tugas. Skripsi nggak selesai-selesai. Pengen nikah aja, tapi jodoh belum dateng. Gimana dong?

Tak jarang kita menemukan keluhan-keluhan serupa kalimat di atas. Biasanya diungkapkan secara langsung sambil menghela nafas panjang. Atau di tulis di stori akun media sosial sembari berharap keajaiban datang.

Memangnya kalau udah menikah tugas kuliahnya bakal selesai? Memangnya kalau menikah skripsinya bisa tiba-tiba rampung gitu?

Ya, minimal kan ada yang buat sandaran saat ngerasa capek banget.

Kalau begitu alasannya, mungkin kamu hanya butuh waktu untuk berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk menenangkan diri. Tubuh dan jiwamu perlu jeda agar tidak terus menerus terpapar tekanan. Hal yang wajar apabila dalam proses perjuangan mengalami masa-masa lelah. Namun, solusinya bukan menikah. Mengapa? Menikah tidak membuat lelahmu berkurang. Lagi pula, tujuan menikah bukanlah untuk melarikan diri dari tugas kuliah dan skripsi.

Kenali Perasaanmu dan Analisa Kebutuhanmu
Hal yang perlu kamu lakukan saat merasa lelah secara lahir batin adalah ambil waktu untuk istirahat. Beri kesempatan untuk berdialog dengan diri sendiri. Kenali apa yang kamu rasakan. Kalau perlu, tulis apa yang sedang menyelimuti hati dan pikiranmu. Tanyakan pada dirimu sendiri apa yang terjadi. 

Sisihkan beberapa waktu untuk membuat ruang instrospeksi diri. Mengambil jeda untuk menyelami ke perasaaan dan pikiranmu sendiri. Apa yang sebenarnya membuatmu merasa lelah? Tuntutan apa saja yang membuatmu tertekan, cemas, takut, dan bahkan stress? 

Kenali rasa-rasa yang ada di sana, di hatimu. Jangan biarkan perasaan itu terabaikan. Perhatikan dirimu sendiri sebelum memperhatikan orang lain. Pelajari bagaimana perasaanmu bekerja. Cari tahu apa yang menjadi sumber tekanan. Tulis satu persatu, jabarkan alasannya, dan susun strategi pengelolaan perasaan itu sambil merangkai solusi yang tepat.

Kenali perasaanmu. Jangan panik dan jangan menyerah. Analisa apa yang sebenarnya kamu butuhkan dan apa yang sedang kamu inginkan. Penuhi kebutuhan yang realistis dan hindari keinginan yang tak masuk akal serta merugikan. Pahami kebutuhanmu, dengan begitu kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan.

Percayalah Tugas Kuliah dan Skripsi Akan Selesai Jika Dikerjakan 
Mengerjakan tugas yang datang mendadak dan dengan jumlah yang banyak seringkali membuat tekanan yang luar biasa. Perhatikan batas waktu pengerjaannya. Buatlah skala prioritas, tak perlu dipikirkan dalam waktu yang bersamaan. Bagi energimu, bagi waktumu, dan bagi perhatianmu. Fokuslah mengerjakan satu persatu dan hindari menunda-nunda penyelesaiannya.

Tugas kuliah dan skripsi akan selesai apabila dikerjakan bukan akan selesai jika menikah. Maka yang harus dilakukan adalah membuat jadwal pengerjaan tugas agar pembagian energi, waktu, dan fokusnya dapat tertata dengan baik. Apabila merasa lelah dan pikiran begitu keruh, ambil waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa mencoba dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk memperbaharui semangat. 

Cari Partner yang Saling Mendukung
Kehadiran teman atau sahabat yang bisa membuatmu semakin termotivasi untuk pantang menyerah adalah hal yang baik. Dukungan secara psikologis dari orang-orang terdekat dapat membantumu untuk menjaga semangat itu terus menyala. Carilah partner yang punya satu tujuan dan bisa diajak kerjasama. Dalam hal ini ialah bisa saling memberikan dukungan untuk bisa maju, tumbuh, dan berkembang.

Jauhi lingkaran pertemanan yang membuatmu memiliki pikiran negatif dan menimbulkan berbagai masalah. Pertemanan yang toksik dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu dan itu bisa mempengaruhi suasana hati dalam menyelesaikan proses studimu. Cari teman yang mau tumbuh bersama menjadi pribadi yang sehat, saling mendukung, dan tulus.

Pahami Tujuan Menikah dan Siapa yang Akan Kamu Nikahi
Jika keinginan menikah itu datang menggebu-gebu, menggempur hatimu yang kesepian. Sebaiknya cepat-cepat untuk menanyakan pada diri sendiri apa yang menjadi tujuan dalam pernikahan. Jika keinginan tersebut terlintas semata-mata karena merasa lelah dengan keadaan sekarang, maka bertanyalah sebanyak-banyaknya pada mereka yang sudah menikah. Benarkah menikah itu seperti yang kamu pikirkan?

Selain hal di atas, lontarkan juga pertanyaan pada dirimu sendiri seberapa dalam kamu mengenal orang yang akan kamu nikahi. Apakah benar kamu siap mengarungi hidup bersama dalam waktu yang sangat panjang dengan orang tersebut?

Sekali lagi, jika kamu merasa sangat lelah dalam menghadapi perkuliahan atau pekerjaan, kamu butuh jeda untuk istirahat dan memberi makanan sehat untuk jiwamu. Kamu sedang tak benar-benar ingin menikah, hanya butuh sandaran untuk mengurangi beban pikiran. Jadi, hubungi temanmu dan ambil waktu untuk piknik. Atau, jika kamu tak ingin pergi dengan siapapun, nikmatilah beberapa saat untuk menyenangkan diri sendiri.

Tetap semangat ya ❤

Comments

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0