Jomblo Itu Anugerah Jangan Diratapi

Lihat yang lain yang-yangan kok ya pengen, tapi nasib belum punya gandengan. Gimana dong?

Menjadi jomblo ada aja ujiannya. Dari mulai menyaksikan teman yang gonta-ganti pasangan sedangkan kamu satu aja susah banget dapetinnya. Hingga mendapatkan olok-olok karena dari tahun ke tahun sendirian terus. Sampai-sampai dikatain, "truk aja gandengan, masa kamu enggak?" Atau, "sandal aja ada pasangannya, masa kamu enggak?"

Padahal jika kita renungi kembali, truk dan sandal kan memang barang. Sebuah objek yang memang keberfungsiannya akan berkurang apabila tak ada gandengannya. Eh, tapi manusia apakah akan berkurang fungsinya juga jika nggak punya pasangan? Berkurang atau tidak, tergantung dari sudut pandang mana pembahasannya. Menurut kamu bagaimana? Apakah menjadi jomblo membuatmu merasa ada yang kurang?

Jomblo Itu Anugerah Jangan Diratapi
Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan saat dalam posisi jomblo. Dari mulai mengembangkan diri, fokus pada cita-cita, dan menuntut ilmu dengan waktu yang lebih leluasa. Sambil menunggu jodoh datang, kamu bisa mencoba banyak hal baru yang membuatmu menjadi versi terbaik dalam hidup.

Masa-masa ini dapat membantumu menemukan dirimu sendiri. Kamu bisa mengeksplorasi hobi dan bakatmu. Sehingga memungkinkan kamu untuk membangun personal branding yang baik. Jomblo juga bisa menjadikan kamu  belajar melakukan apa saja secara mandiri dan tak mudah bergantung pada orang lain.

Hal lain yang perlu kamu syukuri saat jomblo adalah waktu dan pikiran yang lebih bebas serta fleksibel. Kamu bisa mengembangkan jaringan pertemanan kemana saja dan menggunakan waktumu untuk kegiatan-kegiatan positif yang mendukung masa depanmu. Selain itu, kamu bisa memfokuskan diri pada pencapaian-pencapaian yang ingin kamu raih.

Abaikan Saja Olok-olok Itu
Kesepian itu adalah hal yang wajar dialami saat kamu jomblo. Hal ini karena sejatinya, manusia ingin bersatu dengan manusia lainnya untuk mengatasi keterasingan dan kesepian dalam menjalani kehidupan. Namun, jangan mencari pasangan karena alasan kesepian. Lepaskan masa jomblomu saat kamu sudah siap dan mengenal dirimu sendiri serta calon pendampingmu.

Abaikan saja olok-olok yang menghujani dirimu. Jadilah pribadi yang matang, yang berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Setiap pilihan selalu satu paket dengan konsekuensinya. Termasuk pilihan untuk memiliki pasangan. Kamu harus memahami betul apa yang menjadi pilihanmu dan apa konsekuensinya. Tentunya, sebelum mengambil keputusan untuk tidak menjomblo, kamu harus paham bagaimana menghadapi konsekuensi atas keputusanmu.

Berpasangan Berarti Siap Mendialogkan Ego
Melepaskan masa jomblomu dan memutuskan berpasangan dengan orang lain yang kamu cintai berarti harus siap mendialogan segala ego. Ada harapan dan keinginan yang tak seratus persen dapat terpenuhi dan kamu harus berkompromi. Sisi lain dari berpasangan yang saling mencintai adalah harus mengupayakan saling pengertian dan saling berkompromi.

Tak hanya mendialogan dua ego dari isi kepala yang berbeda, tetapi memutuskan untuk berpasangan berarti harus belajar beradaptasi atau membangun kebiasaan baru di antara kalian berdua. Hal-hal baru tak selamanya membuat nyaman dan kamu harus siap dengan itu. Maka penting mengenali dirimu sendiri dan pasanganmu agar kalian bisa melewati masa penyesuaian diri dengan baik.

Mengapa harus berdialog? Ya, kunci hubungan yang paling penting adalah komunikasi. Dialog adalah diksi yang tepat dibandingkan dengan debat ego. Meskipun pada kenyataannya kebanyakan hubungan lebih mendahulukan debat daripada dialog. Tetapi, kamu harus memahami bahwa yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan ialah dialog bukan debat eyel-eyelan yang bikin suasana malah tambah keruh.

Pada intinya, kamu perlu mengenali bagaimana kamu mengelola egomu sendiri dan menyampaikannya pada orang lain. Pun kamu perlu memahami bagaimana orang yang kamu cintai mengenali egonya sendiri dan bagaimana caranya ia menyampaikan padamu. Inilah yang kemudian akan membentuk bahasa cinta dalam relasi kalian. Kalau gagal memahami bahasa cinta pasangan, maka akan menyebabkan miskomunikasi dan mengantarkan kalian pada pertengkaran-pertengkaran yang rumit.

Di posisi jomblo, masa ini menjadi kesempatan emas untuk belajar mengenali diri sendiri. Dari mengenal kebutuhan dan keinginan, hingga kesukaan dan prinsip diri. Kenali apa saja yang tak bisa membuatmu berkompromi. Kenali situasi yang membuatmu tidak nyaman, tidak mudah bertahan, dan tidak mau mengalah. 

Isi Masa-masa Jomblomu dengan Kegiatan Positif
Daripada mendengarkan ejekan orang tentang kejombloanmu, lebih baik memikirkan kegiatan positif yang dapat membantumu untuk tumbuh dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan kesehatan dirimu sendiri, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kesehatanmu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kamu bisa mencoba mengunjungi fasilitas kesehatan untuk cek kesehatan secara berkala dan membaca tulisan-tulisan yang dapat menunjang kesehatan mentalmu. Selain itu, kamu juga bisa memilah mana lingkaran pertemanan yang menyehatkan psikologismu dan mana lingkaran pertemanan yang perlu kamu hindari.

Isi masa-masa ini dengan hal yang menyenangkan dan positif. Ada banyak cara menikmati kesenangan di waktu jomblo. Kamu bisa melewatinya dengan teman-teman dan keluargamu. Kalau perlu, kamu dapat mengikuti kegiatan volunteer untuk menambah pengalaman dan meningkatkan jiwa sosialmu. Atau kamu bisa mencoba magang di perusahaan untuk menunjang karirmu di masa depan.

Jika kamu ingin mengembangkan diri, kamu bisa mendaftar les bahasa, kelas menulis, dan atau kelas-kelas lainnya yang membantu pengembangan soft skill serta pendidikanmu. Atau mungkin, kamu bisa fokus pada hobi musik, hobi traveling dengan keliling Indonesia, hobi mendaki gunung, dan hobi lainnya yang bisa kamu ekplorasi dengan bergabung di komunitas-komunitas terkait.

Lepaskan masa lajangmu saat kamu siap dan telah menemukan pasangan yang tepat. Jangan asal-asalan yang penting nggak jomblo, nanti malah bikin repot sendiri. Semangat ya, semoga bisa melewati masa-masa jomblo dengan sabar dan kegiatan yang bermanfaat. 



Comments

  1. Request mbk tulis tentang artikel personal branding mbk😬 apa aja yg harus dipersiapkan untuk melewati dunia yg sesungguhnya (kerja).

    ReplyDelete

Post a Comment

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0