Berani untuk Hidup


Aku masih terhanyut pada angan-angan. Banyak hal yang terjadi di lingkungan kampus ini. Pergolakan batin, mahasiswa dan masyarakat. Pertengkaran demi pertengkaran terus terajut,  tanpa jeda.  Seperti rantai yang akan terus mencekik dan menghabisi rasa persaudaraan serta rasa kebangsaan. Kita terjebak pada perbedaan-perbedaan yang dindingnya tinggi menjulang.

Satu persatu orang baik muncul kemudian tenggelam bahkan tak jarang ditenggelamkan. Kita dipenuhi emosi, rasa marah yang berlebihan terhadap perbedaan. Kita semakin saklek, kaku dan konservatif.  Hanya hitam dan putih. Masyarakat tanpa banyak warna. Kita hanya dibedakan oleh golongan. Aku golongan A dan kamu golongan B. Berarti kita berbeda,  kita musuh. Pemikiran yang dangkal.

Aku terus mencari sosok yang mampu menenangkan negara ini dari kegaduhan. Menunggu,  bahkan kalau bisa belajar menjadi sosok yang mampu mengurangi timbulnya kericuhan baru. Aku generasi muda yang belum matang, masih mencari jati diri. Sering linglung dengan keadaan negeri yang gaduh, berisik dan penuh pertengkaran.

Zaman milineal ini, banyak yang terjebak dalam masalah politik yang pelik. Begitu sulitnya mencari inspirasi di dunia virtual, karena yang ditunjukkan oleh mereka hanyalah hujatan, pamer,  dan wacana-wacana pembangunan yang menindas orang miskin. Banyak yang termarginalkan. Miskin kesempatan di negeri sendiri. Menggelandang, menjadi kuli, buruh dan pesuruh di rumah sendiri.

Aku lesu. Malu. Menyaksikan ketidaklayakan pemandangan masyarakat sekarang. Semakin banyak manusia, semakin menipis rasa kemanusiaan. Aku merasa kesepian, di pinggiran kota ini. Berduka sepanjang waktu atas hutang yang telah diwariskan di pundak kami.

Segera, aku ingin terlelap. Mendekap apapun,  termasuk cinta dan cita-cita. Walaupun harus berdarah-darah,  tapi aku tak ingin menyerah. Banyak orang berani untuk mati, tetapi aku ingin menjadi orang yang berani untuk hidup, dengan cara yang paling benar menurut Tuhan.

23.57 Ngaliyan di tengah malam.

Comments

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0