Idealisme Pemuda

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda." - Tan Malaka



Di era postmodern seperti saat ini, idealisme pemuda sedikit demi sedikit mengalami pergeseran. Sejak reformasi tahun 1998 yang menumbangkan kediktatoran orde baru hingga pasca reformasi, pergerakan pemuda khususnya mahasiswa dewasa ini banyak mengalami perubahan. Jika dulu turun ke jalan dianggap jalan terakhir yang paling ampuh untuk melawan ketidakadilan, sekarang seiring berkembangnya zaman, turun ke jalan justru dicemooh dan dianggap tidak kekinian.

Dari sekian juta pemuda yang seharusnya mampu menggoncang dunia, akan tetapi faktanya kebanyakan dari mereka tengah mengalami kecanduan media sosial. Pemuda-pemuda lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia virtual. Sedangkan ketimpangan dan kemiskinan di masyarakat pinggiran justru makin meningkat. Sedikit demi sedikit rasa kepedulian didigitalisasi melalui simbol "like" atau hanya berkomentar "amin" tanpa aksi nyata untuk menolong bahkan untuk membela yang lemah.

Krisis yang dialami pemuda Indonesia bukan hanya terkait semangat toleransi antar umat beragama, akan tetapi krisis gebrakan gerakan yang merubah suatu keadaan. Pemuda seharusnya menjadi garda terdepan untuk bertindak demi kemajuan bangsanya. Mengingat perjuangan pemuda sekarang akan berpengaruh pada masa depan, apalagi Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi beberapa tahun berikutnya. Tentunya, bonus demografi dapat menjadi berkah juga dapat menjadi musibah.

Namun, bonus demografi yang digadang-gadang akan membawa berkah serta anugerah untuk bangsa ini akan menjadi angan-angan belaka jika sejak awal pemuda tidak dipersiapkan secara matang. Pendidikan yang bercorak kebangsaan, kebudayaan, ketrampilan, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai religius seharusnya menjadi materi wajib untuk menciptakan pemuda yang dapat mewujudkan berkah di masa bonus demografi tahun 2020-an mendatang. Jika beberapa hal di atas absen atau bahkan pelaksana pendidikan justru sibuk berebut kepentingan maka bonus demografi akan memetik ribuan pengangguran baru.


Semarang, 27 Agustus 2017

Comments

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0