Mari Bersyukur!

Tidak semua jeruk yang kita makan itu rasanya manis, tidak semua orang yang kita temui itu menyenangkan. Hidup mengajarkan kita tentang berbagai macam kesenangan dan kesedihan. Banyak keluhan yang terlontar, banyak hujatan yang kita dengar, banyak pujian yang kita ucapkan dan mungkin hanya sedikit orang yang memilih untuk bersyukur. Dari sekian banyak hal yang kita temui entah itu menghasilkan kesedihan atau kebahagiaan, ternyata mampu kita lewati. Dengan kata lain tidak selamanya hidup itu menderita dan sebaliknya tidak selamanya pula hidup itu bahagia. Masalah yang datang adalah sebuah pilihan. Memilih untuk diselesaikan ataukah memilih untuk dihindari ? lebih baik salah langkah lalu bisa memperbaikinya, dari pada tidak mau mencoba untuk melangkah.
Kegagalan yang sesungguhnya bukanlah ketika apa yang kita usahakan itu tak berhasil melainkan ketika kita tidak mau berusaha. Banyak orang yang mencela dan mengeluh terhadap nasib bahkan taqdir yang menimpa dirinya. Dan hanya sebagian kecil dari mereka yang menikmati kesalahan lalu berjuang untuk meraih kebenaran didalam kebaikan. Hidup ini terlalu indah untuk kita hindari apalagi kalau alasannya hanya sekedar takut atau bahkan lelah. Tuhan menciptakan masalah dengan mudah, maka percayalah bahwa Tuhan juga menciptakan solusi yang mudah pula. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Tidak selamanya pelangi akan muncul setelah hujan. Tidak selamanya setelah menderita akan mendapatkan kebahagiaan. Bahagia itu terletak dihati kita, disanubari yang terdalam. Disanalah Tuhan meletakan perasaan nyaman tersebut. Sejauh apapun kita mencoba melarikan diri dari masalah, kesedihan itu tidak akan terlepas dari benak kita. Karena masalah yang sebenarnya bukan diluar diri kita sendiri, melainkan perasaan tidak nyaman yang timbul dihati yang mempengaruhi cara pandang kita sendiri.

Jangan pernah membayangkan hidup sebagai orang lain. Bersyukurlah atas apa yang telah Tuhan berikan. Susah ataupun mudah itu hanyalah sebuah persepsi. Jika kita percaya akan kasih sayang Tuhan, semua masalah akan terasa mudah. 

Baca artikel lainnya : Strategi untuk Mengakhiri Penyesalan

Comments

Populer

Psikologi pada Masa Yunani Kuno

Resume Buku: Sufi Dari Zaman Ke Zaman

Teori Harapan

Akal Manusia Itu Totalitas atau Terbatas?

Kajian Psikologi tentang Proses Berpikir Manusia

Cara Mendapatkan Buku Gratis Agar Tidak Membeli Buku Bajakan

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan di Semester Muda

Nahdlatun Nisa : Strategi Gerakan Kopri Menghadapi Revolusi Industri 4.0